Halaman

Kamis, 22 September 2016


AKU

Namaku Rizki Yannur Tanjung. Bisa dipanggil Rizki, Yannur, Ogek, dan panggilan panggilan akrab lainnya. Terserah kalian mau memanggil aku apa. Terima kasih kepada orang tua ku yang telah memberikan nama yang sangat bagus walau namaku bukan Bagus. 

Aku tinggal di dalam rumah yang berada di sebelah rumah tetangga. Detailnya di Jalan Tapian Nauli No.16 Teladan Barat Medan.

Lahir di Medan, pada tanggal 22 Desember 1998 bertepatan pada hari ibu di Indonesia. 

Oke, kita langsung aja ke inti artikel ini yaitu arti nama seorang "Rizki Yannur Tanjung"

"Rizki", "Rizqi", "Rizky" dalam bahasa artinya rezeki atau sesuatu yang baik yang diberikan Allah. Mungkin orang tuaku merasa diberi sesuatu yang baik atas kelahiranku. 

"Yannur" adalah sebuah singkatan. "Yan" singkatan dari nama kakekku yaitu Alm. Yannis dan "Nur" singkatan dari nama nenekku yaitu Alm. Nur Zainab. Jadi Yannis dan Nur Zainab kembali hidup dalam namaku. 

"Tanjung" adalah marga orang Batak. Aku mendapatkan marga Tanjung karena Ayahku bermarga Tanjung juga. 

So, Rizki Yannur Tanjung adalah sebuah nama yang mempunya arti berbeda beda di setiap katanya yaitu rezeki, kakek dan nenek dan sebuah marga yang tergabung dalam namaku.


DEWASA
Masa kecil saya begitu menyenangkan. Bisa tidur kapan saja saya mau, tidak gengsi bermain kelereng, berkelahi tanpa takut tindak pidana dan lain lain. Namun semua itu hanya tinggal kenangan karena umur yang semakin dewasa merenggut semuanya. Tidur kini tak lagi pulas, mandi tak basah, makan tak kenyang, banyak beban pikiran.

Masa kecilku serba kecil, kamar yang kecil, badan yang kecil, piring yang kecil, bahkan aku sering dikucilkan oleh beberapa teman yang menganggap tubuhku kecil. Tapi tak apa, masih ada ibu yang selalu ada untuk mendo’akan anaknya menjadi besar walau kenyataannya badanku masih kecil.

Tahun demi tahun terlewati dan kini aku semakin besar. Badan yang besar, porsi yang lebih besar, tanggung jawab yang semakin besar dan impian yang besar merubah hidupku.
Awalnya ku kira pendewasaan diri itu sesuatu yang tidak masuk akal. Namun setelah aku beranjak dewasa, aku sadar kalau dewasa itu menyenangkan walau tidak masuk akal.